Mendongeng

MENDONGENG

Karikatur Membaca Dongeng Untuk Anak
 
Contoh Buku Dongeng

Mendongeng dapat dilakukan dengan menggunakan alat peraga atau sama sekali  tidak menggunakannya. Masing-masing cara atau metode tersebut dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Keberhasilan mendongeng bergantung dari kesiapan kita untuk mendongengkan cerita yang akan kita bawakan. Misalnya, semakin banyak berlatih amaka penampilan mendongengmu akan semakin memukau. MENDONGENG adalah aktivitas kreatif dan tentu saja bermanfaat untuk anak-anak. Supaya ketika kita mendongeng, anak-anak memahami apa yang kita sampaikan, maka perlu kiat atau cara khusus, yang tentu saja dapat kita pelajari. 

Mendongeng dapat menumbuhkan imajinasi anak sekaligus membangun hari nurani. Anak-anak belum tahu mana yang baik dan buruk, lewat mendongeng orang tua bisa mengajarkan hal itu. Dalam cerita rakyat selalu digambarkan, si jahat akan mendapatkan hukuman sementara yang benar akan menang. Dengan demikian dongeng merupakan cara yang tepat untuk mengajarkan moral pada anak. 

Mendongeng merupakan cara yang tepat untuk anak belajar empati dari apa yang dialami tokoh cerita idolanya. Biasanya, ia pun akan berimajinasi menjadi tokoh itu. Lewat dongeng pula, hubungan anak dan orangtua bisa terjalin lebih erat karena terjadi interaksi yang begitu intens.

Menyadari betapa pentingnya peran pendongeng untuk menanamkan nilai-nilai hidup kepada anak-anak, maka tak kalah pentingnya adalah melakukan tips-tips mendongeng berikut:
  1. Sebelum mendongeng, pendongeng harus memilih dongeng yang cukup menarik dan menguasai isi dongeng tersebut.
  2. Saat menentukan cerita dongeng, pastikan siapa yang akan kamu dongengkan, apakah anak-anak, remaja atau orang dewasa.
  3. Carilah dongeng yang tokoh-tokohnya tidak terlalu banyak. Terlalu banyak tokoh yang diceritakan tentunya akan membuat pendengar menjadi bingung. Selain itu, tentu isi dongeng tidak akan fokus.
  4. Lakukan interaksi dengan penonton (pendengar) secukupnya. Misalnya, bertanya jawab dengan penonton atau mengajak penonoton terlibat dalam cerita.
  5. Sebelum mendongeng, ajak penonton bertepuk tangan, menyanyi bersama, atau memusatkan perhatian pada kegiatan yang dilakukan pada saat itu.
  6. gunakan suara sesuai dengan karakter tokoh yang diceritakan, dan ciptakan pula suara-suara imajinatif, seperti suara angin, langkah kuda, dsb
  7. Vokal harus terdengar jelas meskipun adegannya adalah adegan berbisik.
  8. Mendongenglah seekspresif mungkin, jangan malu untuk dikatakan lucu.
  9. Ucapkan salam saat memulai dan mengakhiri pembacaan dongeng
  10. Jika menggunakan alat peraga, kuasai alat peraga itu dengan baik dan manfaatkan dengan penuh imajinatif sehingga seolah-olah hidup.
TERIMA KASIH FOR ALL

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar