FIKSI dan NONFIKSI

Perbedaan Karya FIKSI dan NONFIKSI




FIKSI 

Salah Satu Jenis Karangan Fiksi
 
 Cerpen Salah Satu Jenis Karangan Fiksi

Fiksi adalah suatu karya sastra yang mengungkap realitas kehidupan sehingga mampu mengembangkan daya imajinasi.

Ada 2 macam fiksi :
1. Fiksi imajinatif ---> berdasarkan imajinasi
2. Fiksi ilmiah ---> berdasarkan analisa ilmiah

SIFAT FIKSI
  • Segala sesuatu yang diungkapkan tidak dapat dibuktikan kebenarannya dalam kehidupan sehari-hari, merupakan hasil rekaan.
  • Semua tokoh, setting dan pokok persoalan adalah realitas imajinatif bukan obyektif.
  • Kebenaran yang terjadi di dalam fiksi adalah bukan kebenaran obyektif melainkan kebenaran logis yaitu kebenaran yang ada dalam penalaran. 
  • Manusia2 yang hidup dalam kenyataan sehari-hari yang terlibat dalam seluruh aspek kehidupan penokohan fiksi mampu mempengaruhi & membentuk sifat dan sikap pembaca, pendengar, pemirsa. 
  • Kebenaran logis fiksi menyebabkan setiap fiksi selalu multi interpretable, artinya setiap pembaca, pendengar, pemirsa mempunyai tafsiran.
UNSUR-UNSUR FIKSI
1. Tema : merupakan pokok persoalan yang menjiwai seluruh cerita. Tema diangkat dari konflik kehidupan.
2. Plot : dasar cerita; pengembangan cerita.
3. Alur : rangkaian cerita
  • Proses alur bisa maju; mundur; atau maju mundur.
  • Penyelesaian Alur ada alur klimaks dan ada alur anti klimaks.
4. Setting : tempat terjadinya cerita, terbagi menjadi :
  • setting geografis ----> tempat di mana kejadian berlangsung
  • setting antropologis ----> kejadian berkaitan dengan situasi masyarakat, kejiwaan pola pikir, adat-istiadat.5. Penokohan / Pewatakan :
5. Tokoh: digambarkan sebagai tokoh utama (protagonis), tokoh yang bertentangan (antagonis), maupun tokoh pembantu - tapi ini bukan PRT Penghadiran tokoh bisa langsung dengan cara melakukan deskripsi, melukiskan pribadi tokoh; atau tidak langsung dengan cara dialog antar tokoh.
Bidang tokoh harus digambarkan :
  • Bidang tampak : gesture, mimik, pakaian, milik pribadi, dsb
  • Bidang yang tidak tampak : motif berupa dorongan / keinginan, psikis berupa perubahan kejiwaan, perasaan, dan religiusitas.
6. Sudut pandang : yang mendasari tema dan tujuan penulisan. Penghadiran bisa dengan :
  • gaya orang pertama ---> penulis terlibat sebagai salah satu tokoh
  • gaya orang ketiga ---> penulis serba tahu apa yang terjadi tetapi tidak terlibat di dalam cerita.
7. Suasana : yang mendasari suasana cerita adalah penokohan karena perbedaan karakter sehingga menimbulkan konflik. Dengan konflik pengarang berhadapan dengan suasana menyedihkan, mengharukan, menantang, menyenangkan, atau memberi inspirasi.
Semua point ini harus dihadirkan secara utuh sehingga fiksi baik itu berupa cerpen, novel, drama, skenario film / sinetron sehingga pembaca, pendengar, pemirsa mempunyai daya imajinatif; mempunyai tafsiran tentang tokoh, suasana, dsb; terhadap karya fiksi tersebut.  Jangan lupa : tema, plot, alur, dan setting juga harus jelas sehingga karya fiksi benar2 utuh sebagai karya seni bukan berupa sekadar curahan hati (seperti diary.

Langkah-Langkah Pembuatan Suatu Karya Fiksi
1.Ide
Tanpa ide kita layaknya balon yang tertiup udara yang entah kan terbang ke mana. Untuk itu, ide adalah modal saat bagi kita untuk menentukan arah den tujuan ke mana kita melangkah. Ide dapat kita petik dari berbagai sumber. Baik secara formal maupun non formal. Baik pengalaman pribadi, teman, atau lingkungan.

2.Pengembangan Ide
Setelah kita mendapatkan ide, make kita harus mampu mengembangkan ide tersebut. Misal, saya ambil contoh. Kite mendapatkan ide untuk membuat suatu novel tentang kehidupan seorang anak adopsi. Make kita harus mengembangkan cerita ini. Bagaimana alur ceritnya, tokoh-tokohnya, karakter tokoh, dan masalah-masalah yang akan kita tulis dalam setiap babnya.
3.Membangkitkan daya imajinasi
Dalam pengembangan ide ini, kita harus mampu membangkitkan daya imajinasi kita. Kita dapat berkhayal setinggi mungkin dan menciptakan sesuatu hal yang mungkin tidak masuk akal ( tetapi dalam karya fiksi, hal ini bisa saja terjadi, contoh Novel Harry Potter karya J. K. Rowling ).

4.Menuliskan sinopsis
Setelah terbentuk sempurna, gambaran cerita yang akan kita buat, maka kita dapat menuliskannya menjadi sebuah sinopsis. Sinopsis ini berupa cerita singkat dari cerita saat hingga akhir (ending).

5.Membuat kerangka karangan
Dalam pembuatan kerangka karangan, kits dapat membagi cerita ke dalam beberapa bab. Misal dalam novel The Power Of First Love (karya Syarifah Aliyyah) terdapat 19 bab dan dalam novel Kawin Kontrak (karya Syarifah Aliyyah) terdapat 12 bab. Pada setiap bab, terdapat beberapa adegan (scene). Maka kita dapat menuliskan berapa banyak bab yang akan kita buat. Lalu adegan apa saja yang akan kita masukkan ke dalam cerita tersebut.

6.Mu1ai mengembangkan cerita
Dalam tahap ini merupakan proses yang amat panjang. Kite harus mampu mengolah kata, agar menjadi sajian yang hangat bagi para pembaca. Mengembangkan cerita yang kita inginkan dengan berbagai adegan yang romantis, melankolis, ataupun tragis.

7.Proses Editing
Ketika cerita kita telah selesai, maka kita perlu mengedit cerita tersebut. Dalam proses ini kita cukup membaca ulang hasil karya kita, sekaligus membetulkan kata yang salah ketik, ejaan atau kalimat yang rancu, tanpa harus mengubah alur cerita.

8.Pencarian penerbit
Tentulah kita ingin agar karya kita diterbitkan. Maka kita harus mencari penerbit yang berminat untuk membantu proses penerbitan karya kita itu. Alamat penerbit dapat kita peroleh dari beberapa buku yang kita miliki. Lalu catat alamatnya dan kita dapat melakukan kontak kepada penerbit via telepon.

NON FIKSI
 
Jenis Karangan Non Fiksi 
Nonfiksi adalah karya sastra yang dibuat berdasarkan data – data yang otentik saja, tapi bisa juga data itu dikembangkan menurut imajinasi penulis.
Nonfiksi dibagi menjadi 2 :
• Nonfiksi Murni : adalah buku yang berisi pengembangan berdasarkan data – data yang otentik
• Nonfiksi Kreatif : berawal dari data yang otentik kemudian pengembangannya berdasarkan imajinasiyang pada umumnya dalam bentuk novel, puisi, prosa
Menurut tingkat pemakaian, nonfiksi kreatif dibagi menjadi 2 sub pokok :
A. Nonfiksi kreatif yang sering dipakai
B. Nonfiksi kreatif yang jarang dipakai

Adapun jenis-jenis karangan non fiksi adalah sebagai berikut:
  • Esai 
Anda mungkin masih ingat tipe esai yang pernah di bicarakan dalam kelas bahasa di sekolah.Tapi,hanya cenderung di ajarkan sebagai bentuk yang singkat saja.Namun esai bias menjadi bentuk tulisan non-fiksi yang luar biasa kreatif.Jika kita lihat di Koran,atau majalah ,kita akan menemukan esai dalam tulisan-tulisan opini para pakar,kolom para budayawan dan editorial(tajuk rencana) yang di tulis redaksi media bersangkutan.
  • Artikel Jurnalistik
Membaca artikel di surat kabar (kecuali dalam rubrik seperti seni atau kehidupan). Anda akan menemukan kesamaan informasi disusun secara hati-hati dalam struktur sedemikian sehingga pembaca mendapatkan fakta-fakta utama sesaat setelah membaca: yakni tentang siapa, apa, kapan, dan dimana; biasanya pada kalimat pertama. Setelah itu, artikel jurnalistik meluas secara bertahap, menambahkan unsur-unsur mengapa dan sesuatu terjadi. Ini dilakukan sedemikian rupa sehingga seberapa banyak pun dipotong agar muat dalam ruang koran, artikel tersebut akan tetap memuat informasi yang penting.
Tentu saja ada beberapa jenis jurnalisme disamping berita koran. Cerita feature dan artikel majalah cenderung tidak tersrtruktur secara kaku, dan memberikan ruang bagi kreativitas. Artinya dan tumpang-tindih antara jurnalisme dan ninfiksi kretif, dan batasan itu tergantung pada pendapat Anda.

  • Artikel Ilmiah
Seperti artikel jurnalistik, artikel ilmiah disusun untuk secara efektif menyajikan informasi. Mirip seperti esai, artikel ilmiah umumnya dibuka dengan ringkasan tentang apa yang hendak disampaikan, kemudian menyertakan bukti dan argumentasi atau informasi yang mendukung, yang diakhiri dengan ringkasan dan kesimpulan.
Artikel ilmiah biasanya ditemukan dalam jurnal ilmiah, yang dipublikasikan untuk kalangan terbatas maupun masyarakat umum. Contohnya, Medika, jurnal kedokteran di Indonesia. Jurnal seperti ini umumnya diterbitkan oleh asosiasi ilmuwan dan profesi.
Karena artikel-artikelnya ditujukan untuk pembaca dari kalangan terbatas dan ditujukan untuk menyampaikan informasi secara spesifik, hanya ada sedikit ruang untuk kreativitas (meskipun masih memberikan kesempatan untuk tulisan yang baik). Seperti halnya artikel koran dan breaking news, artikel ilmiah yang kreatif hanya digunakan untuk mengkomunikasikanisi artikel.

  • Biografi
Biografi adalah karya tulis tentang kehidupan orang lain ( bukan kehidupan Anda sendiri, yang dikenal sebagai otobiografi ). Umumnya biografi berisi kisah tentang orang terkenal, bintang film, tokoh sejarah penting, ilmuwan yang mengubah dunia, dan sebagainya.
Otobiografi lebih gampang dibuat dalam bentuk nonfiksi kreatif dibandingkan biografi. Biografi mengandung keterbatasan karena ketersediaan materi, dan bukan karena bentuknya.
Dalam biografi, mungkin – mungkin saja penulis menciptakan adegan dan dialog, itu artinya penulis menulis novel biografi. Sebuah novel biografi sebenarnya sebuah fiksi yang berdasarkan materi nonfiksi, bukan sebuah karya nonfiksi yang menggunakan tehnik penulisan fiksi.

1 komentar :