FAKTA & OPINI

 FAKTA
 

Fakta (bahasa Latin: factus) dalam istilah keilmuan merupakan suatu hasil observasi yang obyektif dan dapat verifikasi. Fakta adalah pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris. Fakta dalam prosesnya kadangkala dapat menjadi sebuah ilmu.

Contohnya, fakta bahwa bumi ini bulat. Ketika seseorang mengelilingi bumi dengan berjalan ke arah timur atau ke arah barat, pada akhirnya ia akan kembali ke titik awal. Fakta ini bukan berdasarkan sudut pandang pribadi, atau pendirian dari kelompok tertentu saja. Karena riset telah membuktikan dan memang telah terbukti 100% (diverifikasi) bahwa bumi ini bulat. Fakta inipun menjadi sebuah teori dalam ilmu pengetahuan.
  1. Ny. Imin adalah bagian dari warga miskin yang berjumlah 1.031.600 jiwa dari 4 juta penduduk NTB
  2. Gambaran kemiskinan ini kian lengkap dilihat dari rumahnya yang berukuran 8X4 meter.
  3. “Kalau hujan kami tidur sambil duduk, tidak bisa menggelar tikar karena atap rumah bocor,” ungkap Ny. Imin   

CONTOH KALIMAT FAKTA :

  1.  terjadinya stunami pada tahun 2004 di daerah aceh menewaskan banyak korban
  2.  ada anak SD yang keracunan makanan karena memakan jajanan di SD
  3.  karena hujan deras terus jakarta terjadi banjir besar yang menenggelamkan rumah warga
  4.  di daerah bogor telah terjadi penculikan anak kecil dan anak itu pun di simpan d i tempat sampah
  5.  terjadinya gempa di daerah tasik menewaskan banyak warga
  6.  terjadinya gempa di yogya menewaskan banyak orang dan menghancurkan rumah-rumah warga
  7.  LUCA PACIOLO menerbitkan buku
  8.  pada tahun 1967 terbentuk IAI ( ikatan akuntan indonesia )
  9.  sebelum adanya uang sebagai transaksi pembayaran orang-orang melakukan BARTER
  10.  ada tahun 17 agustus telah lahir cucu SUSILO BAMBANG YUDOYONO

.

OPINI
 
Opini adalah pendapat, pikiran, pendirian, pandangan, perspektif dan tanggapan mengenai suatu kejadian, keadaan, dan desas-desus tentang sesuatu hal. Contohnya, banyak orang berpendapat bahwa perempuan merokok adalah perempuan yg ga benar. Padahal belum tentu begitu. Nyatanya banyak perempuan perokok yg merupakan orang baik2. Jadi pendapat ini hanyalah berdasarkan sudut pandang pribadi / sekelompok orang saja. Tidak ada yg dapat memverifikasi (menjamin/mensahihkan) bahwa pendapat ini 100% benar adanya.

Kalimat opini dibedakan menjadi kalimat opini perorangan dan opini umum. Untuk dapat membedakannya, perhatikan kalimat berikut:
  1. Menurut para ahli, penduduk Indonesia pada tahun 2010 akan mencapai 300 juta. (Opini perorangan)
  2. Menghisap rokok secara berlebihan akan merugikan diri sendiri dan orang lain yang berada di dekatnya. (Opini umum)

Namun perlu kita ketahui bahwa ada opini yang memang berdasarkan fakta. Contohnya, fakta (hasil riset) menunjukkan bahwa rokok mengandung racun yang membahayakan kesehatan. Ini sudah diverifikasi secara empiris, bahkan oleh WHO. Dari fakta inilah kemudian muncul opini bahwa merokok itu adalah hal yg tidak baik.
  • Data kuantitatif itu agaknya tidak nyambung dengan kenyataan hidup Ny. Musniah warga Dusun Datar, Lombok Barat maupun Ny. Raidah warga Dusun Karang Bucu, Desa Bagek Polak, Lombok Barat.
  • Nasib yang harus dihadapi Ny. Imin, Ny. Musniah, Ny. Raidah, dan lainnya,hendaknya mampu menggunggah pemerintah dan semua kalangan untuk mengatasi kemiskinan struktural warga pedesaan di NTB.
  • Tak cukup hanya membuat argumentasi lewat angkaangka, yang tak mampu menyelesaikan persolan.

CONTOH KALIMAT OPINI :

1. makanan yang berlemek banyak tidak boleh di makan oleh anak kecil
2. jika kita mandi setiap pagi badan terasa segar dan tidak lengket
3. jika orang tua harus memakan makanan yang segar
4. bila kita berjalan harus memakai sepatu
5. jika nonton TV tidak boleh memakai kaca mata
6. bila perempuan tidak boleh mempunyai ramput yang panjang
7. menurut saya kiamat tahun 2012

Tidak ada komentar :

Posting Komentar