Tajuk Rencana

TAJUK RENCANA

Contoh Tajuk Rencana dalam Surat Kabar

Tajuk rencana adalah kolom dalam surat kabar atau majalah yang mengungkapkan opini redaksi terhadap suatu permasalahan yang sedang hangat dibicarakan atau menonjol pada saat media itu terbit. Tajuk rencana disebut juga sebagai karangan pokok yang dimuat dalam surat kabar atau majalah. Tajuk rencana juga sering disebut editorial.

Apa itu opini ???????

Opini adalah sikap penulis tentang sesuatu, tujuan penulisan adalah agar pembaca yakin, dengan cara membahas suatu topik dan memakai gaya bahasa yang mempengaruhi. Informasi yang disampaikan adalah benar-benar hasil pikiran penulis, penulis yang ingin bicara, ragam opini yaitu :
  • Analisa Berita, penjelasan berbobot atas suatu peristiwa / gejala / realitas aktual. Pisau analisis yang dipilih adalah teori, biasanya penulisnya adalah para pakar di bidangnya
  • Kolom, umunya lebih ringkas. Isinya bisa lebih beragam, analisis, renungan dan komentar, gaya penulisan lebih bebas, bisa saja kocak, biasanya kolom tidak terikat pada aktualitas
  • Komentar adalah artikel opini yang berbobot evaluasi atas suatu peristiwa, lebih terikat aktualitas umumnya ditulis oleh mereka yang ahli di bidang yang bersangkutan
  • Kritik dan Resensi, biasanya penulis resensi tidak mencoba memasukkan penilaian baik atau buruk, paling hanya pengalamannya saja, sementara seorang kritikus sebaiknya adalah seorang ahli.
  • Tajuk Rencana, ditulis oleh redaksi suatu media yang menyatakan pendapat media itu atas suatu masalah
Setiap surat kabar atau majalah yang terbit hampir selalu menyajikan tajuk rencana mengenai sesuatu yang menjadi berita hangat dalam masyarakat, baik secara nasional maupun internasional. Tajuk rencana mengungkapkan visi dan pandangan redaksi atas topik yang dibahas. Tajuk rencana dalam surat kabar atau majalah ditulis oleh redaksi. Tajuk rencana berisi permasalahan yang sedang hangat dalam masyarakat dan opini redaksi atas permasalahan tersebut, yang meliputi topik berita, tujuan redaksi, pandangan atau visi dan harapan-harapan redaksi akan peran serta pembaca.
Masalah yang disoroti dalam tajuk rencana dapat dinyatakan secara eksplisit atau implisit. Masalah yang disoroti dapat berupa kebijakan pemerintah, perkembangan situasi sosial dan politik, peristiwa tertentu dalam masyarakat, atau tokoh berpengaruh. Dalam menyoroti sebuah masalah, redaksi mungkin menyetujui, menolak, memberikan alternatif, atau memberikan bahan renungan bagi pembaca.
Tajuk rencana dalam surat kabar atau majalah mempunyai fungsi:
  1. Sebagai kritik atas ketimpangan yang terjadi dalam masyarakat
  2. Memberikan wawasan kepada masyarakat atas permasalahan yang sedang hangat terjadi
Adapun cara membaca tajuk rencana untuk mendapatkan informasi yang diinginkan dalam tulisan tersebut adalah dengan cara:
  1. Memahami permasalahan yang dikemukakan, tujuan pembahasan, pandangan, kritik atau tanggapan redaksi atas permasalahan tersebut
  2. Pemahaman opini redaksi atas permasalahan tersebut
  3. Mendalami untuk menyiapkan sikap kritis terhadap opini redaksi
Tanggapan terhadap tajuk rencana mencakup: tanggapan terhadap permasalahan yang diangkat dan tanggapan terhadap kritik atau komentar redaksi atas permasalahan tersebut.
Tanggapan terhadap tajuk rencana antara lain dapat disampaikan dalam bentuk kritik. Kritik dapat ditujukan pada aspek isi, sistematika penyajian, atau bahasa yang digunakan penulis. Kritik terhadap isi dapat berupa pertimbangan baik-buruk, keaktualan masalah, sistematika penyajian isi, ketepatan pandekatan dalam analisis masalah, dan sebagainya. Dalam menganalisis masalah dalam tajuk rencana atau editorial, penulis menggunakan suatu pendekatan yang dipilih berdasarkan kategori (jenis) masalahnya. Misalnya, jika penulis membahas masalah sosial, maka penulis akan menggunakan pendekatan sosiologis, masalah psikologis dianalisis dengan pendekatan psikologis, dan masalah hukum juga didekati dengan pendekatan hukum. Apabila penulis menyajikan masalah yang kompleks, besar kemungkinan penulis akan menggunakan beberapa pendekatan dalam menganalisis masalah itu.
Urut-urutan untuk melihat tingkat kedalaman analisis masalah yakni:
  1. Penulis hanya melaporkan masalah tanpa melakukan analisis
  2. Penulis melaporkan masalah dan memberikan penjelasan tentang latar belakang munculnya masalah dan jenis masalah
  3. Penulis melaporkan masalah dan menganalisisnya dengan teknik perbandingan, menerangkan sebab-akibat, melakukan analogi masalah
  4. Penulis melakukan analisis dan menghasilkan kesimpulan-kesimpulan
  5. Penulis melakukan analisis, menarik kesimpulan, dan menilai masalah

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar